Skip to main content

Posts

Nasehat

Untaian karta penyemangat dari Ust Rahmat Abdullah : "Jadilah kalian orang-orang yang: Paling kokoh sikapnya Paling lapang dadanya Paling dalam pemikirannya Paling luas cara pandangnya Paling rajin amal amalnya Paling solid penataan organisasinya Paling banyak manfaatnya.“ "Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai. Lagi-lagi memang seperti itu dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.” "Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Bukannya tidak menyakitkan. Bahkan para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan. Tidak… Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari akhirnya menjadi ada...

Berubah

di kepala saya, gambaran orang-orang yang pernah hadir dalam hidup saya, tak pernah berubah. saya tipikal orang yang senang mengenang masa lalu, dan sekaligus orang yang tak nyaman dengan kondisi yang tidak biasanya alias perubahan. tapi faktanya, mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, orang-orang yang saya kenal pasti akan berubah. sebab waktu tak pernah tinggal diam di suatu masa. waktu pasti berputar dan orang-orang juga akan berubah. mereka berubah semakin tua, wajah mereka berubah, penampilan mereka berubah, sifat mereka berubah, cara berpikir mereka berubah, ya.. saya menyadari, memang begitulah manusia. saya cukup terkejut mendapati beberapa teman lama saya, teman SD, SMP khususnya ketika saya menemukan profil mereka di sosmed. mereka banyak yang berubah. mereka tak lagi sama dengan gambaran masa silam yang saya simpan baik-baik di kepala saya. kebanyakan saya belum pernah bertemu langsung dengan mereka. tetapi dengan melihat sekilas aktivitas mereka dari sosmed, saya pun ...

Pergi

Ingatanku tentang mu tak banyak, kawan. Mungkin waktu telah mengikisnya, menjadikan setiap masa dahulu, Seperti potongan-potongan kenangan yang hanya menyediakan gambar, Tentang mu… Banyak tawa yang selalu kau ukir, Kenakalan-kenalakan kecil, Canda yang lekat dengan mu, Itulah dirimu, Setidaknya diingatanku yang tak bagus. Engkau teman yang ceria… Andi Richard… dan aku teringat lagi gambaran tentang mu, di kelas, terkadang meminjam buku catatan ku, di lapangan, saat kau dan 4 kawan mu itu bermain, saat upacara bendera, di ruang guru,  bahkan suaramu... yang kini hanya bisa kami tangisi. Engkau telah pergi mendahului kami, Pergi dari dunia yang fana ini, Dan kau membekaskan cerita diingatan kami, Bahwa ingatan seorang kawan pada saudaranya, Adalah tentang seperti apa kebiasaan kita pada kawan kita. Hari ini mungkin kau mendengar Andi Richard telah pergi, Esok hari bisa jadi, Kau akan mendengar bahwa izzah amanatun haq ...