Skip to main content

Posts

Showing posts with the label The Story of My Life

my Worries

Ahad, 7 Juni 2016. Hari ini kami melepas Mar’ah dengan tangisan terisak. Tangisku adalah gabungan dari kekecewaan pada diri sendiri, pada keadaan keluarga kami dan ketidakmampuanku merubah dan mencegah keadaan, menjauhkan si bungsu dari kakak dan uminya. Menyekolahkan mar’ah berkilo-kilo jauhnya dari kami adalah pilihan terakhir kami, setelah berusaha untuk menyekolahkannya di sekolah negeri yang biaya sekolahnya lebih ringan, namun apa mau dikata, ia tak mampu menembus sekolah negeri dikarenakan nilai UN yang menjadi acuan dalam seleksi sekolah dikalahkan oleh siswa lain yang nilainya jauh lebih tinggi. Saya sendiri merasa saat ini di depan mata ada kabut tebal yang pekat yang sangat sulit untuk disibak. Seperti jalan ke depan begitu sulit untuk ditebus. Dan pada titik dimana saya nyaris rubuh, saya hanya berdo’a kepada Sang Maha Kuasa,” Ya Allah, kuatkanlah kami, berilah ketabahan kepada kami, Ampunilah kami, Sayangilah Kami, dan jadikanlah penderitaan kaum muslimin ber...

Semua Berakhir pada Nilai, Bukan Proses

Kamis (26/5) lalu saya yang masih sementara menjalani kegiatan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di salah satu SMP di Makassar menjadi pengawas ujian semester. Sebagai seorang pengawas ujian,diawal saya menjelaskan tentang peraturan saat ujian yaitu 1. tidak boleh menyontek ,2. Tidak boleh memberikan contekan kepada teman karena saat ujian bukanlah saat untuk menolong teman, 3. Bagi yang kedapatan menyontek lembar kerjanya akan saya tahan. Segera saja para siswa di kelas yang saya awasi mengeluh panjang. “yah, kak… kakak PPL pengawas sebelumnya na biarkan jeki ’ kerja sama asalkan tidak ribut”, saya mengernyit heran, dan memberitahu mereka bahwa siapapun yang mengizinkan menyontek pada saat ujian merupakan tindakan yang salah, ujian adalah kesempatan siswa untuk menguji kemampuannya dan menguji seberapa mengerti mereka terkait pelajaran yang telah diberikan selama ini. kalau menyontek itu artinya berbuat curang, sama dengan membohongi diri dan guru yang menilai seberapa mampu k...

Pernahkah kau merasa

Pernah tidak kamu merasa, waktu berjalan sangat lama? Dan yang kamu lakukan hanya melirik ke arah jam dan mengutuki menit yang menjelma menjadi siput. Well, itu terasa banget mana kala kamu sedang amat bosan mendengarkan penjelasan gurumu, belajar di kelas menjadi tidak menarik, kamu tidak mengerti setiap suara yang keluar dari mulut guru dan mendadak bell pulang menjadi sangat kamu rindukan. Pernah merasa kayak gitu, gak?. Dan terang saja, dalam kondisi yang demikian kalian pasti sudah tidak memperhatikan guru/dosen beserta penjelasannya. Mulai sekarang saya minta kepada kalian yang mengalami gejala di atas untuk menyetop kebiasaan itu.   Have you ever think how the teacher’s fele? Oke, jujur, saya pun pernah mengalami gejala tersebut saat masa sekolah menengah dahulu. Kala itu pelajaran biologi, saya benar-benar tidak mengerti penjelasan dari pak Razak (guru biologi saya waktu masih SMA ), entahlah apa sebabnya. Karena saya tidak tertarik lagi mengikuti penjelasan beliau...