Skip to main content

Posts

Showing posts with the label THINK

ILUSI ZONA NYAMAN

Banyak orang yang beranggapan kalau Zona Nyaman itu adalah memang nyaman sehingga  tidak  mau  meninggalkannya.  Memang,  ada  “kenyamanan”  di  zona nyaman. Hanya saja kenyamanan itu adalah semu, bukan nyaman sesungguhnya. Untuk  memahami  arti  nyaman  yang  semu  ini  bisa  diilustrasikan  dengan perbandingan  seseorang  yang  lebih  memilih  uang  yang  lebih  kecil  karena menghindari bekerja.  Seorang ibu bertanya kepada anaknya, “Mau pilih yang mana? Rp 100.000 tapi kamu  harus  bantu  mamah  cuci  piring  atau  Rp  10.000  saja?”  Orang  yang  suka berada di zona nyaman akan memilih uang Rp 10.000 sebab tidak perlu capek-capek  membantu  ibu  mencuci  piring.  Dia  pikir,  dia  nyaman  karena  tidak  perlu capek. Dia akan menga...

Allah SWT, Kemudian Surga!

Saat menengok sejarah kehidupan para Sahabat, kita akan mendapati bahwa mereka adalah orang-orang yang begitu antusias memenuhi serua n menjadi penolong agama Allah. Tekad mereka menjadi pejuang Islam dan pembela akidah telah nyata tercatat dalam tinta emas sejarah kehidupan ini. Abdurrahman Ra’fat al-Basya pernah mengumpulkan kisah-kisah para Sahabat tadi dalam sebuah buku yang ia beri judul “65 Manusia Langit”. Ya, manusia langit. Tidak berlebihan jika sematan manusia langit ini diberikan kepada mereka sebab kontribusi para sahabat tadi dalam menolong agama Allah begitu luar biasa. Tengoklah kisah Sahabat bernama Al-Bara’ bin Malik al-Anshary. Mengenai beliau, Umar bin al-Khaththab ra. bahkan pernah berkata, “Janganlah kalian tunjuk Al-Bara’ menjadi Amir dalam pasukan kaum muslim karena dikhawatirkan ia dapat mencelakakan tentaranya karena ingin terus maju.” Apa yang disebutkan Umar memang bukan tanpa alasan. Pada peperangan Yamamah, perang antara kaum muslim dan pasuk...

Ruginya Pacaran

“Gua bosan ama lu, ma”, “apa?” “lu pikir kalian bakal awet kayak emak dan bokap lu? Lu mikir dong. Mereka awet karena ikatan pernikahan. Bukan ikatan pacaran. Akhir dari pernikahan ya cerai atau maut yang memisahkan. Akhir dari pacaran, ya putus. Mau ngarepin pacaran awet? ya lu kayak mimpi di siang bolong.” “jadi lu bosan jadi teman curhat gue? Jahat lu, ce” “abisnya ending kisah lu gini mulu. Diputusin lagi. Gua ngitungin elu udah 7 kali pacaran, gonta-ganti cowok. Ending-endingnya elu kan yang sakit hati. Karena elu cewek, dan dalam hubungan pacaran, pihak cewek pasti selalu yang dirugikan. Gue sebagai teman curhat udah tau apa aja yang elu kasih ke cowok-cowok lu, seberapa besar rugi lu karena pada akhirnya cowok-cowok itu pergi menghilang entah kemana. Mereka mah gak rugi, tapi elu? Elu tak ubahnya barang yang dimanfaatin ketika doyan, kalo udah bosan ya dibuang.” “sadis banget sih kata-kata lu. Sebagai cewek elu harusnya care sama gua. Kok malah ngehujat gua.” “g...

Dunia Akhwat (dari Akhwat oleh Akhwat dan untuk umat islam)

Hajimemashite, Sis. kali ini saya mau cuap-cuap tentang akhwat. eits, tapi pembicaraan kita gak kayak siaran Otan dalam dunia binatang yang disiarin di tipi lho, lha masa ia kita membahas morfologi dan fisiologi akhwat, ngaco! terus apa dong? ya, makanya baca dulu yang sabar. sebenarnya kata akhwat bermakna saudara wanita. alias kata ini dalam bahasa arab penggunaanya untuk wanita muslimah secara keseluruhan tanpa terbedakan. tapi di lingkungan saya tinggal kata akhwat ini lebih dilekatkan pada para muslimah dalam jama'ah dakwah atau para muslimah yang 'ngeh' islam. kalo di lingkungan kamu berlaku juga ,ga? oke. kita pake istilah dari kamus saya saja ya :). Nah, sis. belakangan ini bau-bau syari'ah rada marak di sosmed lho. masih 'bau' sih, tapi yang wujud asli syariahnya belum ada. kenapa saya bilang gitu, mari liat fenomena terkinikan: trend hijab fashion, ramadhan 2016 ini malah di tipi ada siaran lomba desain fashion hijab, so baju-baju syar'i kh...

Untukmu Shalilah

Ya shalihah, apakah bulan Ramadhan ini membawa perubahan baik bagi dirimu? jika ya, Alhamdulillah. Sudah merasakan nikmatnya taat dalam bermunajat kepada Allah? Alhamdulillah jika sudah. Sungguh kita pun sedih jika ditinggal bulan penuh kebaikan ini nanti. Tapi salihah… aku masih melihat kecantikan lahirian lebih engkau perhatikan ketimbang kecantikan sejati dihadapan Allah. Menutup aurat masih pilih-pilih yang trendy dan yang nyaman versi pribadi. Bukankah kita niat meutup aurat itu karena Allah?, bukan karena mengharapkan perhatian dan pujian dari manusia. Atau kepuasan pribadi. Bukan kan? Karena jika itu benar maka janganlah kita meminta balasan perbuatan kita kepada Allah, tetapi mintalah balasannya dari manusia yang lain. Ukhtiku, aku memaklumi, seperti apa dunia yang kita tempati saat ini. seperti apa arus berpikir wanita saat ini. rasanya sulitkan mengerjakan sesuatu semata-mata karena Allah saja dan tidak karena untung dan rugi. Sepertinya waktu kita habis untuk me...