Saat ini mata dunia sedang memandang nanar ke arahmu, Allepo, Suriah. Kami berduka besar dan geram atas bencana penjajahan yang menimpamu. Kami menghardik diri kami sendiri yang tak berdaya dan tak bisa melakukan banyak hal untuk menyudahi penderitaanmu yang tak terperi. Dan kami bergidik ngeri atas do’a-do’a yang kalian panjatkan setiap hari, sementara kami bukannya tak mendengar panggilan-panggilan yang kalian tujukan kepada kami, “dimana kalian wahai kaum muslim, dimana kalian wahai kaum muslim.”, kami bahkan tak sanggup mendengar teriakan kalian. Tulisan ini bukanlah pembelaan yang kami maksudkan atas diam dan tak berdayanya kami. Sungguh, bahkan kami kini membayangkan raga kami bisa turut berdiri berada di barisan yang sama dengan kalian, turut mengorbankan jiwa kami untuk membela darah kaum muslimin. Ketahuilah saudaraku, kami bahkan merasa bersalah dapat hidup dan tinggal dengan nyamannya, bisa makan hingga kenyang dan bisa tidur dengan nikmat bahkan seringkali ter...
inilah kebebasan yang hakiki, tak terkekang nafsu dan keinginan, hanya tulus penghambaan